Dinas Pertanian Kabupaten Lebak mengimbau petani melakukan tanam serentak pada musim tanam kedua 2011 untuk menghindari serangan hama dan penyakit.
Kepala Bidang Dinas Pertanian Kabupaten Lebak H Sopiayan, Jumat, mengatakan, penanaman padi sawah secara serentak tentu sangat menguntungkan, selain menghindari serangan hama juga tiba musim panen bersamaan.
Pemerintah daerah mendorong petani diminta melakukan tanam serentak untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan.
Saat ini, angka tanam pada musim tanam kedua sudah mencapai 38.518 hektare dan panen padi seluas 44.874 hektare.
Karena itu, pihaknya petani yang sudah panenan padi agar segera melakukan tanam serentak.
Apalagi, selama beberapa hari curah hujan masih ada, sehingga bisa dimanfaatkan oleh petani.
Sebagian besar areal persawahan di Kabupaten Lebak kategori sawah tadah hujan.
"Petani di sini sejak turun-temurun tanam padi saat musim penghujan dan setiap tahun hanya dua kali masa panen," katanya.
Menurut dia, penanaman padi musim kedua kemungkinan musim panen Agustus mendatang sebab benih padi yang ditanam usia panenanya hanya berusia 120 hari.
"Kebanyakan petani di sini menanam benih padi unggul Ciherang, selain mutunya cukup bagus juga memiliki nilai jual," ujarnya.
Aliyudin (50) petani Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak yang mengaku dirinya sudah sepekan terakhir menanam padi karena setiap hari dilanda hujan hingga persawahan teraliri air.
Areal persawahan di Blok Cipendeuy, Desa Rangkasbitung Timur, merupakan sawah tadah hujan karena belum memiliki pengairan.
"Kami menanam padi saat musim hujan saja. Pada musim kemarau, persawahan dibiarkan begitu saja," ujarnya.


20.53
Blog Banten Jabar
0 komentar:
Posting Komentar